Pengajian Akbar oleh Ustadz Abdul Aziz,
Mantan Pendeta Hindu yang masuk Islam
Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) kecamatan Piyungan
mengadakan
pengajian akbar yang dilaksanakan di Pondok Pesantren putra Ibnul Qoyim.
Acara
tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 14 September 2011. Ustad yang
diundang
adalah Abdul Aziz, S. Ag., seorang mantan pendeta hindu yang masuk
Islam.
Pengajian akbar itu berlangsung malam hari dari pukul 20.00-22.00 WIB.
Acara
ini berlangsung dengan sukses, terbukti
dengan dihadiri kurang lebih 3000 orang jamaah, lebih dari target
yang
diperkirakan oleh panitia yaitu 1000 orang jamaah.
Pengajian Akbar dimulai pukul 20.00 dengan dibuka
oleh MC nya,
bapak Dedy Heri Sutendi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci
Al
Qur’an. Acara dilanjutkan dengan sambutan panitia. “Pengajian ini semoga
menjadi pencerahan bagi masyarakat untuk kearah yang semakin baik dan
mencerdaskan umat,” kata Bapak Damanhuri,
Ketua P.C Muhammadiyah Piyungan. Pidatonya yang berapi-api itu
seiring
dengan jumlah jamaah yang semakin bertambah. “Semoga masyarakat dapat
mengaplikasikan ajaran Islam secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,”
tambahnya.
Acara yang dinanti sudah ditunggu-tunggu akhirnya
datang juga,
Ustadz Abdul Aziz memulai ceramahnya dengan penjelasan mengenai awal
mula dia
sebelum dan setelah masuk Islam. Kemudian dilanjutkan pemaparan tentang
ajaran-ajaran Hindu yang banyak diikuti oleh umat Islam. Ulama asal
Blitar ini
menyampaikan dengan sangat fasih, apalagi jamaah dibuat tertegun dengan
do’a
ritual Hindu yang dibacakannya. Ulasan yang begitu detail mengenai
berbagai
tradisi akulturasi Islam-Hindu, seperti upacara pernikahan, slametan,
tahlilan
dan sebagainya.
Saat pengajian berlangsung jamaah terus menerus
berdatangan
memasuki halaman masjid dan gedung secara berdesak-desakan. Tikar dan
terpal
yang disediakan panitia rupanya tidak mencukupi untuk menampung semua
jamaah
yang ada. Sehingga tidak sedikit jamaah yang duduk “nglesot”
hanya
dengan beralaskan sandal maupun Koran. Bahkan yang terpaksa berdiri dan
hanya
berada diluar pagar pun juga banyak.
Panitia juga memberikan sekedar air mineral dan roti bagi jamaah yang
berangakat awal.
AMM piyungan yang terdiri dari beberapa orton, yaitu
Pemuda
Muhammadiyah, Nasyatul Aisyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah dibantu
dengan KOKAM
bahu membahu mengurusi acara tersebut. Selama jalannya pengajian akbar,
suasana
berlangsung kondusif. Jumlah petugas keamanan yang ditangani oleh Kokam
berjumlah sekitar 100 orang. Tergabung dari Kokam Piyungan, Banguntapan,
Prambanan dan sebagainya. Ipmawan dan Ipmawati (IPM Piyungan) yang
bertugas
menjadi petugas infaq berhasil mengumpulkan dan menghitung infaq dari
jamaah
sekitar Rp. 4.500.000,- . Pengajian tersebut juga dihadiri oleh ketua
Pimpinan
Daerah IPM Bantul, Johan Nasrudin yang
berangkat bersama beberapa jajarannya.
Pengajian selesai sekitar pukul 22.00 WIB, para
jamaah pengajian
pulang dengan tertib. Akhir acara diisi dengan foto-foto antara panitia
dengan
Ustadz Abdul Aziz. Sebuah pengajian akbar yang berlangsung sukses tanpa
halangan yang berarti. Semoga memeberikan tambahan keilmuan kepada
masyarakat
dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. (Hsby)
0 komentar:
Posting Komentar