9 Apr 2009

Bantuan untuk Korban Bencana Situ Gintung Harus Terus Digalang

Tangerang – (2/4/2009) Enam hari berlalu sejak bencana jebolnya Situ Gintung, para pelajar Muhammadiyah terus menggalang bantuan untuk membantu para korban. Dari data yang diperoleh ada sekitar 320 rumah warga dan ada 9 gedung milik UMJ yang hancur akibat terjangan air Situ Gintung.

Untuk itu para pelajar Muhammadiyah beserta Angkatan Muda Muhammadiyah lainnya terus menggalang bantuan baik dana, makanan, obat-obatan, pakaian, serta tenaga relawan yang langsung terjun ke lokasi untuk terus mencari korban yang belum ditemukan.

Para pelajar Muhammadiyah juga kemudian membentuk posko darurat untuk menggalang bantuan. “Posko IPM diantaranya terletak di SMP Muhammadiyah 17 Ciputat. Untuk daerah Ciputat semua bantuan dikumpulkan disana. Siswa-siswa SMA Muhammadiyah 8 Ciputat dan MTs. Muhammadiyah 1 Ciputat melakukan penggalangan dana di jalan. Sedangkan SMK Muhammadiyah 1 Ciputat langsung membantu di posko IMM dan posko SMPM 17,” ujar Zaky Anshori, Ketua Umum PD IPM Kab. Tangerang.

“Posko untuk Pamulang ada di SMP Muhammadiyah 22. Penggalangan dana di area Pamulang oleh SMA Muhammadiyah 25 dan di Pamulang Dua oleh SMK dan SMP Muhammadiyah Parakan. Penggalangan bantuan oleh IPM di Pamulang dijadwalkan selesai hari Sabtu ini. Sedangkan PR IPM di Serpong baru akan mulai minggu depan karena saat masih melangsungkan ujian semester,” tutur Zaky menambahkan.

Infor terakhir dari relawan IMM Cireundeu, ada korban tewas lagi yang ditemukan tadi malam jam 11.30. Sehingga jumlah korban bencana Situ Gintung yang ditemukan meninggal hingga saat ini sekitar 100 orang, dan korban lain yang masih belum ditemukan masih sekitar 130 orang lagi.

Yang paling penting yang harus dibantu adalah para korban yang masih hidup. Selain karena telah kehilangan kerabat dan harta, beberapa hari belakangan ini para korban yang selamat mulai terserang penyakit, seperti diare, ispa, dan demam. Yang lebih mengkhwatirkan lagi adalah nasib para pelajar yang menjadi korban. Kesempatan belajarnya tertunda, perlengkapan belajar pun musnah tersapu bersih air Situ Gintung. Belum lagi dalam waktu dekat ini akan dilangsungkan ujian nasional. Tentu hal ini akan menambah beban psikologis bagi para pelajar yang menjadi korban. Selain bantuan pangan dan obat-obatan, bantuan berupa perlengkapan belajar seperti buku tulis, seragam dan lain sebagainya juga akan sangat berarti bagi para korban.



0 komentar:

 

Subscribe to our Newsletter

Contact our Support

Email us: youremail@gmail.com

Our Team Memebers